Kurikulum Merdeka bukan hanya mengubah cara mengajar di kelas — ia juga membuka ruang lebih luas untuk pengalaman belajar di luar sekolah, termasuk study tour internasional.
Profil Pelajar Pancasila dan Study Tour
Kurikulum Merdeka merumuskan Profil Pelajar Pancasila dengan 6 dimensi yang sangat relevan dengan pengalaman study tour internasional:
- Berkebinekaan Global — study tour memberikan exposure langsung terhadap budaya, bahasa, dan cara hidup yang berbeda
- Mandiri — traveling mengajarkan kemandirian, pengelolaan waktu, dan tanggung jawab personal
- Bernalar Kritis — membandingkan sistem pendidikan, teknologi, dan budaya melatih berpikir analitis
- Kreatif — exposure terhadap inovasi dan seni dari negara lain memicu kreativitas
- Bergotong Royong — traveling dalam grup melatih kerjasama dan empati
- Beriman, Bertakwa, dan Berakhlak Mulia — menghargai keragaman agama dan budaya di negara lain
Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5)
Study tour dapat diintegrasikan ke dalam P5 sebagai projek lintas mata pelajaran. Contoh tema P5 yang relevan:
- Kearifan Lokal dan Global — membandingkan tradisi Indonesia dengan budaya negara yang dikunjungi
- Rekayasa dan Teknologi — kunjungan ke pusat teknologi dan inovasi
- Kewirausahaan — observasi model bisnis dan kreativitas ekonomi di negara maju
Cara Mengintegrasikan Study Tour ke Kurikulum
- Tentukan tema P5 yang akan dieksplorasi melalui study tour
- Buat panduan observasi yang harus diisi siswa selama trip
- Tugaskan siswa membuat laporan refleksi atau presentasi pasca-trip
- Libatkan guru bidang studi terkait dalam penyusunan itinerary
- Dokumentasikan hasil belajar untuk portfolio P5 siswa
Bukti untuk Akreditasi
Study tour yang terstruktur dan terdokumentasi menjadi bukti kuat implementasi Kurikulum Merdeka dalam asesmen akreditasi sekolah. Ini menunjukkan bahwa sekolah memberikan pengalaman belajar yang bermakna dan melampaui batas kelas.
WMI dapat membantu sekolah menyusun itinerary study tour yang selaras dengan Kurikulum Merdeka dan P5, sehingga setiap perjalanan memiliki nilai akademik yang nyata.
