Sebagai delegasi yang merepresentasikan Indonesia, memahami etika dan tata krama negara tujuan bukan hanya soal sopan santun — ini soal menjaga nama baik bangsa. Berikut panduan untuk 5 negara tujuan delegasi yang paling populer.
Jepang
- Membungkuk — salam standar adalah membungkuk, bukan jabat tangan. Semakin dalam bungkukan, semakin hormat.
- Sepatu — selalu lepas sepatu saat memasuki rumah, kuil, dan beberapa restoran tradisional
- Makan — jangan menancapkan sumpit tegak di nasi (melambangkan upacara kematian). Jangan makan sambil berjalan.
- Antrean — orang Jepang sangat disiplin dalam antrean. Jangan pernah menyela.
- Volume suara — bicara dengan suara rendah di transportasi umum. Jangan menelepon di kereta.
Korea Selatan
- Dua tangan — terima dan berikan sesuatu dengan dua tangan, terutama kepada yang lebih tua
- Senioritas — budaya hierarki sangat kuat. Tunjukkan rasa hormat kepada yang lebih senior.
- Makan — tunggu orang tertua mulai makan terlebih dahulu. Jangan mengisi gelas sendiri.
- Sapaan — gunakan "annyeonghaseyo" dengan sedikit bungkukan saat menyapa
Singapura
- Kebersihan — denda ketat untuk membuang sampah, meludah, atau mengunyah permen karet
- Tepat waktu — keterlambatan dianggap sangat tidak sopan
- Multikultur — hormati keragaman agama dan budaya. Singapura sangat sensitif terhadap komentar rasial.
- Bahasa — bahasa Inggris digunakan secara umum, tapi beberapa istilah Melayu bisa dipahami
Australia
- Kasual tapi sopan — budaya Australia cenderung santai, tapi tetap menghargai sopan santun dasar
- Personal space — jaga jarak saat berbicara, jangan terlalu dekat
- Tepat waktu — seperti Singapura, keterlambatan tidak diterima dengan baik
- Tip — tipping tidak wajib di Australia, berbeda dengan Amerika
- Antrian — sangat dihormati, jangan pernah menyela
Austria
- Formal — budaya Austria cenderung formal, terutama di Vienna. Berpakaian rapi di venue resmi.
- Jabat tangan — sapaan standar dengan jabat tangan yang tegas dan kontak mata
- Tepat waktu — keterlambatan bahkan 5 menit dianggap tidak sopan
- Makan — ucapkan "Mahlzeit" sebelum makan. Jangan mulai makan sebelum tuan rumah mempersilakan.
- Noise — jaga ketenangan di area publik, terutama setelah pukul 22.00
Sebelum keberangkatan, WMI selalu mengadakan cultural briefing untuk memastikan setiap peserta delegasi memahami etika dasar negara tujuan.
